Jumat, 06 Mei 2011

Wow Ada Bintang laut yang Awet Muda


Hewan ini memiliki siklus hidup yang seperti terputus. Akibatnya, hewan dewasa tubuhnya tidak berubah sejak ia masih kanak-kanak

     Peneliti menemukan hewan berbentuk piringan di pedalaman Samudera Pasifik. Menariknya, hewan yang dipaparkan pada jurnal Systematic Biology ini tubuhnya tidak pernah tiba pada fase hidup sebagai makhluk dewasa.

     Spesies bintang laut yang masuk ke dalam genus Xyloplax ini hidup di dasar laut dalam, kawasan di mana ukuran kecil justru menjadi keuntungan. Ia hanya berdiameter antara 2 sampai 5 milimeter saja. Binatang ini juga tidak punya lengan seperti yang biasa dilihat pada bintang laut dewasa.

     “Dengan tetap berukuran kecil, makhluk ini bisa masuk ke sudut dan celah misalnya celah kayu di mana mereka bisa memakan berbagai hal yang ada di sekelilingnya,” kata Daniel janies, Computational Biologist dari Ohio State University, seperti dikutip dari LiveScience, 5 Mei 2011.

     Peneliti mengetahui bahwa Xyloplax merupakan echinoderm, sekelompok organisme yang mencakup bintang laut, teratai laut, teripang, bintang rapuh dan bulu babi.

     Sama halnya dengan echinoderm lain, Xyloplax memiliki penyedot di sekeliling tubuhnya yang berguna untuk alat pernafasan, alat penggerak, serta alat untuk berpegangan. Ia juga tetap berada di sangkar khusus sampai mencapai tahap kanak-kanak lanjut untuk kemudian dilepas sebagai individu yang hidup bebas.

    Namun, Xyloplax yang pertamakali ditemukan pada tahun 2010 di perairan Samudera Pasifik di kedalaman sekitar 2.200 meter ini memiliki siklus hidup yang seperti terputus. Akibatnya, hewan dewasa memiliki anggota tubuh yang tidak berubah sejak ia berada dalam tahap kanak-kanak.

     Sebagai contoh, tangan dari bintang laut umumnya tumbuh secara menyumbu seperti jari-jari roda, saat mereka tumbuh dari tahap kanak-kanak menjadi dewasa. Namun Xyloplax hanya lingkar tubuhnya saja yang tumbuh. Tidak seperti bintang laut yang seharusnya menumbuhkan tangan, ia tidak demikian.

“Xyloplax merupakan bintang laut kecil yang memiliki struktur tubuh dan habitat yang aneh,” kata Janies. “Saking anehnya, kami tidak mengenalinya sebagai bintang laut sampai kami mengetahui genome dan bagaimana ia tumbuh,” ucapnya

Rabu, 04 Mei 2011

Di Planet Lain, Tanaman Berwarna Hitam


Planet dengan 2 bintang

     Warna hitam dan abu-abu memang jarang ditemui pada vegetasi tanaman di Bumi. Namun, warna tumbuh-tumbuhan di planet lain mungkin saja didominasi warna hitam dan abu-abu. Wrana tersebut misalnya bisa jadi muncul di planet berwarna kemerahan.
     Peneliti Jack O'Malley-James dari University of St Andrews di Skotlandia tengah mengerjakan riset tentang proses fotosintesis berlangsung pada tanaman dengan dipengaruhi dari warna cahaya yang menyinarinya.
     Di Bumi, kebanyakan tanaman berwarna hijau demi beradaptasi dengan cahaya Matahari yang kuning keemasan, yang diterima di permukaan planet. Namun, berdasarkan penelitiannya, pada planet-planet yang bersistem dua bintang dengan warna berbeda dari Matahari, tanaman dapat berwarna abu-abu bahkan hitam.
     "Supaya dapat menyerap energi lebih, dan memperkuat proses fotosintesis," terangnya.
     Penelitian ini pun membuka wawasan akan banyaknya kombinasi serta variasi pada bintang dan potensi keberlangsungan kehidupan di planet-planet yang mengorbitnya. Tak hanya unsur warna yang berpengaruh. "Untuk planet yang mengorbit dua bintang atau lebih, radiasi berbahaya dari cahaya yang intens dapat membuat tanaman menciptakan semacam tabir suryanya sendiri, untuk mengeblok sinar ultraviolet," kata O'Malley-James.

Hujan Asam Bukan Karena PLN


ILUSTRASI PLN

        Ledakan di instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi, Jepang, sempat memicu beredarnya kabar bohong, yaitu hujan asam bakal menerjang wilayah searah barat daya Jepang sampai 5.000 kilometer. Kabar bohong teratasi, kekhawatiran lain muncul, yaitu hujan asam menjadi bayang- bayang dilema penutupan PLTN.
        Hujan asam adalah hujan dengan keasaman tinggi. Sekilas sama dengan hujan biasa. Yang membedakan, tingginya kandungan asam pada air hujan asam dapat merusak kulit, mematikan tumbuhan, dan menyebabkan logam-logam cepat berkarat. Secara ekstrem, akumulasi asam tinggi di alam bisa memusnahkan seluruh spesies di sebuah danau.
          Ada dua penyebab utama hujan asam, yaitu alami dan ulah manusia. Salah satu penyebab alami adalah letusan gunung berapi. Sementara ulah manusia terkait penggunaan bahan bakar fosil, seperti batu bara dan minyak di dunia industri (pabrik), kendaraan bermotor, hingga pembangkit listrik. Penjelasannya, hasil pembakaran energi fosil akan menjadi polutan bagi atmosfer. Komposisi polutannya membawa sifat asam yang meliputi asam sulfat, asam nitrat, atau klorida. Letusan gunung berapi misalnya, yang menimbulkan berbagai komposisi asam di atmosfer. Penggunaan pupuk pertanian juga menimbulkan asam, tetapi persentasenya berbeda-beda. Berbagai komposisi asam itu penyebab utama pengendapan asam di atmosfer. Secara teknis, pengendapan asam dari atmosfer ke permukaan bumi tak hanya melalui air hujan, tetapi juga melalui salju, kabut, embun, dan aerosol. Hujan asam biasanya memiliki perbandingan 62 persen asam sulfat, 32 persen asam nitrat, dan 6 persen asam klorida.

Bukan dari PLTN
        Menurut Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) As Natio Lasman, hujan asam tidak mungkin terjadi akibat proses reaksi nuklir. Hujan asam juga kecil kemungkinannya akibat ledakan hidrogen di instalasi PLTN Fukushima. Oleh karena itu, As Natio memastikan bahwa hujan asam sebagai dampak ledakan di instalasi PLTN Fukushima—seperti yang banyak beredar selama ini—sebagai kabar bohong. Ia menduga, informasi hujan asam berkembang pascatindakan darurat pekerja PLTN Fukushima saat mendinginkan reaktor nuklir menggunakan zat boron, yang menghasilkan asam borat. "Asam borat tidak menyebabkan hujan asam. Asam borat justru baik untuk kulit sehingga banyak digunakan di industri kosmetik," katanya.
           Ahli nuklir Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Sihana, mengatakan, tidak ada hujan asam yang ditimbulkan dari proses reaksi nuklir. Ledakan dan kebakaran di PLTN Fukushima akibat suhu tinggi dan ledakan hidrogen.

Ilmuwan Berhasil Pindahkan Cahaya


Berkas cahaya melengkung saat menembus layar kristal cair yang setiap pikselnya diprogram khusus.



     Memindahkan obyek dengan teleportasi seperti dalam fiksi ilmiah ruang angkasa ternyata sudah dilakukan ilmuwan meski sebatas memindahkan seberkas cahaya. Teleportasi terkait dengan sifat dua partikel yang dapat disatukan sekalipun terpisah jauh. Kedua partikel dapat berkomunikasi secara instan.
      Untuk melakukan teleportasi cahaya, para peneliti yang dipimpin Noriyuki Lee dari Universitas Tokyo menghancurkan partikel di satu tempat dan menciptakan kembali di lokasi lain. Ini mirip dengan proses teleportasi dalam film Star Trek yang menampakkan alat teleportasi memindai seseorang, atom demi atom, menghancurkan, dan kemudian membangun kembali orang dengan pola sama.
       Lee dan tim memindahkan cahaya dengan "mengaitkan" satu paket cahaya dengan separuh partikel lain, kemudian menghancurkan. Partikel yang tersisa merekam "hubungan" dengan partikel lain tadi, termasuk informasi tentang cahaya sehingga memungkinkan peneliti untuk membangun kembali cahaya dengan konfigurasi persis di tempat lain.