Sabtu, 07 Mei 2011

Beasiswa Pertajam "Soft Skill" Mahasiswa



Beasiswa bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN), baik bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu maupun beasiswa prestasi, dilirik perorangan maupun perusahaan untuk membantu dunia pendidikan Indonesia. Program beasiswa bagi mahasiswa bukan hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga melengkapi mahasiswa dengan soft skills untuk bisa berhasil usai kuliah nanti.

"Pemberian beasiswa ini untuk mendukung supaya mahasiswa bisa berhasil dalam kuliah. Memang, fokusnya masih untuk mahasiswa di PTN," kata Ketua Dewan Pembina Yayasan Salemba Empat, Mirza Adityaswara, di acara Annual Gathering Yayasan Karya Salemba Empat di Jakarta, Jumat (6/5/2011) malam.

Yayasan Salemba Empat digagas pada 1998. Awalnya, yayasan ini hanya mampu memberi beasiswa kuliah bagi tiga mahasiswa. Namun, sekarang sudah bisa memberi hingga 1.700 mahasiswa di 11 perguruan tinggi dengan kucuran dana sekitar Rp 11 miliar.

Beasiswa tidak hanya untuk mendukung perkuliahan. Ada juga beasiswa kewirausahaan untuk mendorong mahasiswa menjadi wirausaha yang mampu mandiri dan menciptakan lapangan kerja.
Candra Krisna Hendrawan (23), mahasiswa tingkat akhir Fisip Universitas Indonesia yang juga penerima beasiswa kewirausahaan ini, mengatakan merasa terbantu untuk bisa memahami kewirausahaan lewat program-program pelatihan dan pameran.

"Saya dari dulu memang ingin mengembangkan bisnis. Saya senang bisa dapat wawasan dan kesempatan dari yayasan bersama perusahaan donatur untuk mengembangkan kewirausahaan," kata Candra.

Candra mengembangkan bisnisnya sejak 2008 di sekitar Kampus UI, Depok. Usaha merchandising dansmart print bernama 'thecakris' bisa memiliki omzet lebih dari Rp 30 juta per bulan. Dia juga telah mampu mempekerjakan lima karyawan.

Jumat, 06 Mei 2011

NASA Buktikan Teori Relativitas Einstein



     Alat pengukur gravitasi milik Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, berhasil membuktikan dua asumsi kunci yang dicetuskan Albert Einstein dalam teori relativitas. Teori ini dicetuskan oleh Einstein pada 52 tahun yang lalu.
     Misi The Gravity Probe-B (GP-B) diluncurkan pada tahun 2004 untuk mempelajari dua asumsi Einstein. Pertama, mengenai efek geodesi, atau adanya lengkungan ruang dan waktu di sekitar gravitasi. Kedua, asumsi mengenai frame-dragging, yang menjelaskan jumlah struktur ruang-waktu yang terpilin akibat rotasi suatu massa.    
     "Bayangkan bumi seakan-akan terbenam di benda seperti madu," kata Francis Everitt, peneliti Stanford University yang juga peneliti utama GP-B. "Ketika bumi berotasi, madu di sekitarnya akan membentuk pusaran yang mengikuti (swirl), begitu pula dengan ruang dan waktu," demikian analogi Everitt.
     Gravity Probe-B menggunakan empat gyroscope (pengukur orientasi) dengan tingkat ketepatan ultra tinggi untuk mengukur dua hipotesa gravitasi ini. Alat ini kemudian mengkonfirmasi kedua efek gravitasi dengan mengarahkan alat ini ke bintang yang disebut IM Pegasi, untuk menciptakan presisi yang netral.
     Jika gravitasi tidak berdampak terhadap ruang dan waktu, maka gyroscope GP-B akan menunjuk ke arah yang sama saat probe itu berada di kutub orbit sekitar bumi. Bagaimana pun, gyroscopes memiliki perubahan kecil tapi terukur terhadap arah putaran daya tarik bumi.
     "Hasil misi ini akan memiliki dampak jangka panjang terhadap teori yang dimiliki ahli fisika," kata Bill Danchi, ahli antrofisika dan pengamat di Markas Nasa di Washington.
"Setiap teori yang meragukan teori Einstein dalam hal relativitas umum akan mencoba untuk mencari hasil pengukuran yang tepat dari yang telah dilakukan GP-B," lanjut Danchi.
    Hasil ini menjadi proyek terpanjang yang dilakukan NASA, yang telah terlibat dalam penelitian gyroscope untuk relativitas sejak 1963.   
     Penelitian dan percobaan yang dilakukan selama berpuluh tahun ini telah merintis teknologi untuk mengendalikan gangguan yang bisa mempengaruhi pesawat ulang-alik, seperti daya tarik aerodinamis, medan magnet, dan variasi hawa panas. Lebih jauh, misi pelacak bintang dan gyroscope NASA merupakan alat dengan presisi tertinggi yang pernah didesain dan diproduksi.   


Jepang Tetap Buka Beasiswa 2012, Mau?

Program beasiswa pendidikan di perguruan tinggi di Jepang untuk tahun 2012 tetap diberikan melalui Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia. Lewat program beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho), mahasiswa Indonesia bisa melanjutkan pendidikan di universitas di Jepang sebagai mahasiswa peneliti atau research student.

Mahasiswa yang menjalani research student diperbolehkan melamar ke program degree (master/doktor, professional graduate course) atau meneruskan program doktor setelah menyelesaikan program master atau professional graduate course, apabila lulus seleksi tes ujian yang diberikan oleh universitas yang bersangkutan.

Pelamar yang diperbolehkan mengikuti program ini lahir pada dan setelah 2 April 1977. IPK dari universitas tempat belajar terakhir minimal 3,0>. Nilai TOEFL minimum 550 atau ekuivalen.

Formulir pendaftaran dapat diambil secara gratis di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta serta Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya dan Medan. Formulir juga dapat diunduh di http://www.id.emb-japan.go.jp. Dokumen lamaran dikembalikan sebelum 11 Mei 2011.

Berdasarkan keterangan resmi dari Kantor Informasi dan Kebudayaan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, meskipun bencana gempa besar di wilayah timur Jepang terjadi baru-baru ini, namun tidak berpengaruh pada kegiatan pendidikan. Universitas-universitas Jepang tetap menyelenggarakan kegiatan perkuliahan dan penelitian seperti biasanya.

Saat Mahasiswa , Saatnya Bikin Kesalahan




Pergerakan zaman yang semakin dinamis menuntut para pelajar, mahasiswa, dan tenaga pengajar untuk mengikuti dan mengimbangi perubahan itu. Fokus pada prestasi akademik saja tidak cukup.

Saat ini, lingkungan pendidikan tak hanya dituntut menyajikan kecakapan secara akademis, tetapi juga kreatif dan memperkuat soft skills. Perlu adanya suatu motivasi untuk mendorong siswa, mahasiswa, maupun tenaga pengajar agar mampu mencapai itu semua.

"Cara memotivasi kreativitas sebenarnya akan muncul ketika ada gairah pada apa yang dilakukan. Ketika kita berharap seseorang mengeluarkan kreativitasnya, terlebih dahulu harus kita dorong gairahnya," kata Direktur Utama Kubik Training and Consultancy, Indrawan Nugroho, di acara "Menguak Revolusi SDM di balik Keberhasilan Bisnis XL", Kamis (5/5/2011) sore, di Jakarta.

Indra mengatakan, pendidik misalnya, harus mampu menunjukkan kepada siswa dan mahasiswa, bahwa apa yang mereka lakukan bukan semata-mata melakukan pekerjaan. Pendidik harus memperlihatkan, bahwa mereka mengerjakan sebuah misi, kecintaan terhadap sesuatu yang akan menjadi bahan bakar kreativitasnya.

"Maka, sebelum kita paksa atau minta untuk kreatif, kita sentuh dulu hatinya, supaya mereka tahu pekerjaannya adalah sesuatu yang mempunyai makna yang dalam. Ketika gairah itu sudah ada, maka kreativitas itu akan muncul dengan sendirinya," ujar Indra.

Menurutnya, soft skills dapat didorong dengan cara sederhana. Siswa atau mahasiswa harus ikut organisasi.
"Jangan hanya kuliah belajar dari kelas ke kelas, dari perpustakaan ke perpustakaan. Mereka harus keluar, ceburkan diri ke dalam organisasi, ketemu dengan sebanyak mungkin orang, lakukan kesalahan, dari situ mereka akan punya soft skills yang bagus," ujarnya.

"Karena problemnya adalah, perusahaan sekarang ketika merekrut karyawan tidak hanya melihat kecakapan akademis dalam pendidikan formal. Karena pendidikan formal tidak membentuk seseorang memiliki soft skills, untuk itu semua harus di kombinasikan dengan organisasi," tambahnya.

Indra mengatakan, ketika ingin masuk dunia kerja, level organisasi turut diperhatikan dan merupakan suatu nilai yang mahal. Intinya, lanjut dia, soft skills adalah sesuatu yang harus dilatih setiap hari dengan melakukan banyak cara.

"Mahasiswa masuk organisasi, pengajar ikut asosiasi, sehingga banyak bertemu orang-orang yang ahli. Jika Anda mahasiswa, saatnya sekarang melakukan kesalahan," ujarnya.